
isinya tentang semua yang saya alami, pikirkan, rasakan, apa yang terjadi dan apa yang seharusnya terjadi disekitar saya.. hheheee :p
25 Juni 2011
gak kalah penting.

12 Juni 2011
Pentingnya Manajemen Syahwat
Syahwat itu ibarat anak kecil yang menetek, akan terus menetek selama belum disapih (diberhentikan). HM. Qalyubi AF
Hidup tidak cukup hanya dengan manajemen qalbu, tapi juga diperlukannya manajemen syahwat. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa manajemen qalbu masih sangat penting, karena segala aktivit badaniah merupakan refleksi hati. Oleh karena itu perlu kita memohon agar hati dijauhkan dari condong kepada kesesatan.
(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, jangnlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 8)
Jika manajemen qalbu lebih kepada pensucian batin, sedangkan manajemen syahwat lebih kepada sikap dan perbuatan. Keduanya saling menunjang. Bicara qalbu adalah bicara abstrak. Sedangkan syahwat baru akan nampak lebih dahsyat karena ia banyak “intervensi” dari luar; dorongan mata, dorongan anggota badan, keinginan, dan termasuk pihak luar yang bersifat godaan. Perbedaan lain yaitu syahwat lebih nyata (terlebih baik dan buruk) sehingga orang bisa menilai. Ketika berzina orang bisa menilai bahwa itu akibat syahwat yang tidak terkendali. Tetapi hati yang tahu hanya Allah dan diri kita. Ketika bersedekah maka yang tahu hanya dirinya dengan Allah, apakah sedekah tersebut ikhlas atau tidak. Allah swt berfirman: “Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.” (QS. Ali Imran: 119). Oleh krena itu yang perlu dikelola bukan hanya hati, tapi juga syahwat.
Mengelola Syahwat
Syahwat dan nafsu sebetulnya tidak jauh beda, bahkan cenderung lebih banyak sama. Hanya bedanya bila disebut syahwat konotasi orang lebih kepada seks. Sedangkan nafsu bisa juga kepada hal lain, nafsu makan, misalnya.
Saya ingin sedikit membedakan antara syahwat dan nafsu. Syahwat cenderung berada pada wilayah seks dan keinginan berdekatan, bersama, dan memiliki lawan penyaluran seks, secara resmi (menikah) ataupun tidak resmi (melacur). Sedangkan nafsu masuk pada dua wilayah. Dia bisa berada pada posisi maksiat, sehingga ada pendapat syahwat dan nafsu adalah sama. Dan posisi yang lain, nafsu berada pada kebaikan; nafsu makan, nafsu belajar, dan sebagainya. Oleh karena itu nafsu terbagi 3: (1). Nafsu Amarah yaitu cenderung kepada negatif. (2). Nafsu Lawamah, posisi pertengahan yaitu transisi menuju kepada nafsu yang paling bagus, yaitu nafsu muthma’inah. (3) Nafsu Muthma’inah, mengajak kebaikan.
Itulah diantaranya pesan Allah swt: ”Janganlah kamu mengikuti nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran.” (QS. An-Nisa:135)
Oleh karena itu sangat diperlukan manajemen syahwat, yang paling utama bagaimana kita mengelola syahwat, yang tadinya berkonotasi buruk menjadi sesuatu yang berharga dalam hidup, yaitu dengan cara :
Jadikan syahwat sebagai sarana yang mempunyai nilai ibadah
Syahwat yang tidak mempunyai nilai ibadah, jika kaitannya dengan seks, maka akan membawa kepada kebinasaan. Ada pertanyaan, apakah ada syahwat yang mempunyai nilai ibadah? Jawabnya tentu ada, yaitu berhubungan dengan istri.
Logikanya, jika ada keinginan untuk berpoligami, terutama karena kecantikan dan seks, sudahkah berpikir bahwa yang dimiliki wanita lain jugsama dimiliki istri kita. Coba perbaiki lebih dahulu ”kondisi” hubungan dengan istri. Lebih baik memperbaiki yang ada daripada memulai sesuatu yang baru. Kata seorang teman saya, kalau bisa ciptakan seperti kita berhubungan dengan wanita ”panggilan”. Walaupun menurut saya seorang istri tidak bisa disamakan dengan wanita panggilan. Tapi saya mengerti maksud dari ungkapannya itu, bahwa jika berhubungan dengan wanita lain, yang bukan istri sah, ada perasaan lebih ghirah. Sebab orang yang berbeda, suasana berbeda, dan ”cara” yang berbeda pula. Jika perlu begitulah dengan istri setiap ”pertemuan” harus mempunyai kesan yang selalu berbeda, sehingga timbul semangat yang berbeda.
Menjaga pandangan
Sebenarnya masalah menjaga pandangan telah jelas dinytakan dalam Al-Qur’an. Pria dan wanita diminta untuk menjag pandangannya. Sesuai dengan firman Allah dalam QS. An-Nur:31.
Menjaga pandangan bagian dari usaha mengelola syahwat. Karena sumber aktivitas, kedua dari hati yaitu mata. Dan mata mempunyai hak untuk tidak memandang maksiat, untuk tidur dan sebagainya. Jika haknya tidak terpenuhi termasuk orang yang zalim terhp mata. Termasuk masalah poligami, cenderung pada mulanya lebih banyak intervensi mata daripada intervensi hati. Dan pada selanjutnya memang hati lebih banyak mempertimbangkan antara ”ya” dan ”tidak”.
Jika bicara mata lebih bijak apabila kerjanya untuk meningkatkan tensi bersyukurnya kepada Allah. Sesuai firman Allah dalam QS. Al-A’raf: 179)
Memilih partner kerja dengan yang sejenis
Salah satu usaha memperkecil peluang kepada syahwat yang membawa kepada kemaksiatan, yaitu dengan tidak sering berpartner kepada lawan jenis. Jika itu harus terjadi karena 2 hal; memang harus bersamanya (mungkin karena profesinya) dan memang ia sudah merasa bisa mengatasi segala godaan. Hal ini bukan bermaksud memandang ”miring” lawab jenis kita, melainkan menyelamatkan diri dari syahwat yang membawa kepada maksiat, dan kita sadar masih sangat berat mengantisipasinya. Itu barangkali sebabnya, Rasulullah menyatakan, ”Seutama-utama jihad melawan hawa nafsu” (HR. Ibnu Najjar dari Abu Dzar, dalam kitab Jami’ush-Shaghir 1/49)
Menjaga Hati
Semua cermin perbuatan kembalinya kepada hati. Karena baik dan buruk perbuatan sumbernya adalah hati. Apabila hati terkontaminasi dengan dorongan syahwat (dalam pengertian yang buruk) maka yakinlah akan terjadi kemaksiatan.
1 April 2011
Toko Suami
Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini : Lantai 1: Lelaki di lantai
ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan
Wanita itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.
Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini: Lantai 2: Lelaki di lantai
ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan senang anak kecil
Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya.
Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini : Lantai 3: Lelaki di lantai
ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil dan
cakep banget.
“Wow”, tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.
Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisan
Lantai 4 : Lelaki di lantai ini yang memiliki pekerjaan, taat pada
Tuhan, senang anak kecil, cakep banget dan suka membantu
pekerjaan rumah.
“Ya ampun !” Dia berseru, “Aku hampir tak percaya”
Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan
seperti ini:
Lantai 5 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan,
senang anak kecil, cakep banget, suka membantu pekerjaan
rumah, dan memiliki rasa romantis.
Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah
kembali ke lantai 6 dan terdapat tulisan seperti ini:
Lantai 6 : Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012.
Tidak ada lelaki di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk wanita yang tidak pernah puas.
Terima kasih telah berbelanja di toko “Suami”. Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang indah buat anda.
Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6152953
19 Maret 2011
konsep cinta
ya, konsep dan cinta, suatu yang merupakan suatu kesatuan dalam bahasan saya kali ini.
saya hanya ingin tau bagaimana pendapat anda mengenai konsep cinta yang menyatakan bahwa
cinta tak harus memilikibagi saya, itu sih bullshit, hanya sebuah frasa yang dikeluarkan ketika kita tidak mampu berbuat apapun, tanpa daya upaya, kalo kata orang mah overmacht. ya, itu hanya sebuah frasa yang mereka gunakan untuk menyemangati diri mereka sendiri yang sedang terpuruk!
lalu apa yang sebaiknya dilakukan bila kita terpaksa mengeluarkan konsep cinta demikian?
dan apa konsep cinta anda?
23 Januari 2011
"ketika satu ditambah satu tidak sama dengan dua."
Entah kenapa, sekitar dua tahun terakhir gua pengen banget ngucapin itu ke orang orang yang lagi putus asa, atau apapun.
Ketika satu ditambah satu tidak sama dengan dua, maka kita harus lebih bersabar dalam menghadapinya.
Karena Allah SWT punya rencana lain yang terbaik yang kita butuhkan ketimbang apa yang kita inginkan, karena Ia tidak akan pernah mengecewakan ataupun mendzolimi hamba-Nya.
Wallahu'alambishawab.
:)
11 Desember 2010
biarkan berlalu
Mengingat dan mengenang masa lalu,kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila.Itu...sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.
Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali.Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan salam "ruang" pengelupaan,diikat dengan tali yang kuat dalam "penjara" pengacuhan selamanya, atau..diletakkan diruang gelap yang tak tertembus cahaya.Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis.
Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sangggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.
Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau dibawah payung gelap masa silam.Selamatkan dirimu dari bayangan masa lalu..!!!
Apakah kamu ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahati ke tempatnya terbit, seorok bayi keperut ibunya, air susu ke payaudara sang ibu, dan air mata kedalam kelopak mata..???
Ingatlah...
keterikatan mu dengan masa lalu, keresahan mu atas apa yang terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwamu oleh api panasnya, dan kedekatan jiwamu pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan..!!!
Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-yiakan waktu yang sangat berharga.
Dalam al-qur'an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, ALLAH selalu megatakan.." itu adalah umat yang lalu "..Begitulah , ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.
Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu..!!!
Suatu bencana besar, jika kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu.Itu sama halnya dengan .."kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk ".
Padahal betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu,niscaya mereka tidak akan pernah mampu, sebab..yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.
Orang yang berpikiran jernih tidak akan melihat dan sedikitpun menoleh ke belakang.Pasalnya...Angin akan selalu berhembus ke depan..Air akan mengalir ke depan..Setiap kafilah berjalan ke depan..dan Segala sesuatu bergerak maju ke depan .Maka itu...Janganlah pernah melawan sunnah Kehidupan...!!!
[dikutip dari La Tahzan ]
introspeksi diri yuk
- Apakah engkau tahu bahwa engkau akan melakukan perjalanan yang tidak pernah akan kembali lagi...??? Apakah engkau sudah mempersiapkan bekal yang cukup untuk perjalanan itu...???
- Apakah engkau sudah membekali diri dengan amal saleh sebagai penenang gelisahmu diliang kubur nanti...???
- Berapakah usiamu saat ini...??? Berapa lama lagi engkau akan hidup...??? Apakah engkau menyadari bahwa setiap permulaan pasti ada akhirnya, dan akhir dari segalanya adalah surga atau neraka...???
- Apakah engkau pernah membayangkan ketika malaikat turun dari langit untuk mencabut ruhmu, dan saat itu engkau dalam keadaan tak sadar...???
- Apakah engkau pernah membayangkan hari itu, saat terakhir dalam hidupmu, ketika engkau berpisah dari keluarga, anak-anak, kekasih dan para kerabat..??? Itulah kematian dengan masa-masa sulit menjelang kedatangannya beserta penderitaannya. Itulak kematian....Itulah kematian..!!!
Setelah ruh terpisah dari jasadmu, engkau akan dibawa untuk dimandikan dan dibungkus dengan kain kafan. Orang-orang membawamu menuju masjid untuk dishalatkan. Selanjutnya engkau dipanggul diatas punggung banyak orang. Ke mana....??? Ke kuburan, ketempat persinggahan pertama alam akhirat. Bisa jadi kuburan itu ,merupakan taman di antara taman-taman surga, atau sebuah liang di antara liang-liang neraka.