Itulah sebabnya manusia diberikan akal untuk berpikir, pilihan mana yang benar.
isinya tentang semua yang saya alami, pikirkan, rasakan, apa yang terjadi dan apa yang seharusnya terjadi disekitar saya.. hheheee :p
8 Oktober 2011
hidup.
Itulah sebabnya manusia diberikan akal untuk berpikir, pilihan mana yang benar.
7 Oktober 2011
cerita.
Dan Dalam Lubuk Hati Paling Dalam, Aku Masih Menyayangi Kamu.
Tetapi Apabila Kamu Sudah Tidak Percaya Lagi Akan Diriku,
Aku Tidak Bisa Berbuat Apa - Apa,
Aku Tidak Berdaya.
Ya,
Semua Terserah Padamu,
Aku Begini Adanya.
Maafkan Aku,
Ndut.
aku yang selalu menyayangimu, Ardi.
6 Oktober 2011
40 Hari Menuju Kaya
Riyadah 40 Hari Menuju Kaya ini sudah pernah PS tulis sebelumnya. Aslinya ini adalah kegiatan yang digagas oleh Ustadz Yusuf Mansur. Sudah banyak alumni Riyadah ini yang membuktikan Hasilnya.
Sungguh banyak hal-hal yang mengejutkan kami temui selama menjalankan program ini. Satu persatu masalah yang ada mulai ada jalan keluar.. satu persatu peluang dan tawaran bahkan rezeki yang tak pernah disangka-sangka menghampiri satu persatu pengurus yang menjalani Program ini bahkan di HARI PERTAMA.!!
Kami sering kumpul dan sharing sesama pengurus group, terkaget-kaget karena programnya betul2 berhasil diatas harapan kami.
Berikut forward message Ustdz Yusuf Mansur :
****
Riyadhah 40 Hari
“Sesiapa yang berjalan menuju Allah, Allah akan berlari menuju dia.
Siapa yang berlari menuju Allah, maka Allah akan melompat kepadanya”.
• Jaga Shalat Tahajjud 8 Rakaat + Witir 3 Rakaat.
• Jaga Shalat Shubuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. (Khusus soal shalat, terkandung di dalamnya menjaga berjamaah, di masjid, lengkap dg qabliyah dan ba’diyahnya. Juga Sunnah Tahiyyatul Masjid, sbg tanda kita dtg sebelom wktnya azan/pra-ontime).
• Jaga Waaqi’ah sesudah shubuh atau sesudah ashar (boleh pilih).
• Jaga Shalat dhuha 6 Rakaat. Yang kuat, 12 rakaat.
• Baca zikir usai shalat, plus yaa fattaah yaa rozzaaq 11x, plus ayat kursi, plus qulhu 3x. Ini setiap usai shalat.
• Khusus usai shalat shubuh dan ashar, ditambah 4 ayat terakhir surah al Hasyr.
• Jaga setiap hari membaca 300x laa hawla walaa quwwata illaa billaah. Boleh 100x. Dan boleh dibagi-bagi di 5 waktu shalat.
• Jaga setiap hari baca Istighfar 100x.
• Jaga setiap hari baca subhaanallaahi wabihamdihi subhaanallaahil ‘adzhiem 100x pagi dan 100x sore. (Boleh habis dhuha dan habis ashar/jelang maghrib).
• Jaga setiap hari baca Yaasiin (bebas waktunya kapan saja, yg penting 1hr 1x).
• Tutup malam dg shalat sunnah 2 rakaat; baca Qulyaa di rakaat pertama, Qulhu di rakaat kedua. Setelahnya baca salah satu dari as Sajdah, Tabaarok, atau ar Rohmaan.
Jaga ini selama 40 hari. Berjuang ya. Terutama shalat tepat waktu, di masjid, plus qabliyah ba’diyahnya. Barengi dengan Puasa Daud supaya enteng.
Semoga Allah menyegarkan badan kita semua, menyehatkan kita semua. Yah, dihitung-hitung daripada lembur ga keruan, kerja rodi ga keruan dlm mencari rizki, dan daripada berobat ke rumah sakit. Mending ngelakuin riyadhah dah. Ampuh banget-banget. Kepada Allah dan untuk Allah kita lurusin niat kita ya. Amin.
(ust. Yusuf mansur)
–
Nah, untuk memudahkannya, PS sudah bikin Form Checklist Riyadah yang bisa didownload DISINI
Hanya bisa didownload di PC / Laptop
Selamat menjalankan riyadahnya
7 September 2011
dan pembongkar akun 'fenomenal' itu pun berbangga diri dengan MENYEMBUNYIKAN IDENTITAS PRIBADINYA
situs yang membongkar akun pribadinya @poconggg ?
miris. itu yang dapat saya katakan.
semua orang bebas berbicara, semua orang bebas berpendapat. tapi hak asasi manusia dibatasi oleh hak asasi manusia lainnya, untuk itulah adanya peraturan perundang-undangan. untuk melindungi hak asasi masing masing pribadi.
privasi, ya saya pikir itu mutlak, tidak boleh diganggu gugat.
ah jadi teringat semasa saya kuliah cyberlaw kemarin, ya tentang privasi, bagaimana privasi dilindungi oleh negara dan bagaimana sanksi yang diberikan oleh negara terhadap pelanggar privasi.
ah nanti jatuhnya malah kuliah, udah lah ya, temen temen silahkan berpendapat. berkomentar. secara cerdas dan objektif.
terima kasih.
oia, kalo si @poconggg mau ngelaporin polisi, itu bisa conggg. semangat! hehehe :p
1 Agustus 2011
Jangan Bersedih, Ingatlah Selalu Kepada Allah
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram." (QS.13: 28)
"Ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku akan selalu ingat (pula) kepada kalian. "(QS.2:152)
"Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah (niscaya Allah akan memberikan ampunan dan pahala yang besar kepada mereka)."(QS.33: 35)
"Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. "(QS.33: 41-42)
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta dan anak-anak kalian sampai melalaikan kalian dari mengingat Allah." (QS. 63:9)
"Dan ingatlah kepada Tuhan kalian jika kalian lupa." (QS. 18: 24)
"Bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu. Sesungguhnya kamu berada dalam pengawasan Kami. Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu hendak berdiri dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat pada malam hari dan pada waktu terbenam bintang-bintang (pada waktu fajar)." (QS. 52: 48-49)
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kalian dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kalian beruntung." (QS. 8:45)
Dalam sebuah Hadist shahih disebutkan: "Perumpamaan orang yang selalu mengingat Tuhannya dan yang tidak mengingat Tuhannya sama dengan perbedaan antara orang yang hidup dan orang yang mati." 55)
Rasulullah pernah bersabda: "Al-Mufarridun mendahului (masuk surga). "Para shahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, siapakah al-mufarridun itu?" Beliau menjawab: "Mereka adalah laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah. "56)
Dalam Hadist shahih disebutkan: "Maukah kuberi tahukan kepada kalian amal yang paling utama bagi kalian, paling bersih menurut Tuhan kalian, dan lebih baik bagi kalian daripada menshadaqahkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada bersua dengan musuh, lalu kalian tebas batang leher mereka dan mereka balas menebas batang leher kalian?" Para shahabat menjawab: "Tentu kami mau, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Yaitu mengingat Allah."
Dalam Hadist shahih lainnya disebutkan bahwa seorang lelaki datang kepada Rasulullah lalu bertanya: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya perintah Islam itu sangat banyak bagiku, sedang aku sudah tua, maka beritakanlah kepadaku tentang suatu perintah yang dapat kujasikan sebagai pegangan." Rasul menjawab: "Hendaknya lisanmu tetap basah karena dzikir menyebut Allah,"58). Disarikan dari buku La Tahzan.
25 Juni 2011
gak kalah penting.

12 Juni 2011
Pentingnya Manajemen Syahwat
Syahwat itu ibarat anak kecil yang menetek, akan terus menetek selama belum disapih (diberhentikan). HM. Qalyubi AF
Hidup tidak cukup hanya dengan manajemen qalbu, tapi juga diperlukannya manajemen syahwat. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa manajemen qalbu masih sangat penting, karena segala aktivit badaniah merupakan refleksi hati. Oleh karena itu perlu kita memohon agar hati dijauhkan dari condong kepada kesesatan.
(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, jangnlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 8)
Jika manajemen qalbu lebih kepada pensucian batin, sedangkan manajemen syahwat lebih kepada sikap dan perbuatan. Keduanya saling menunjang. Bicara qalbu adalah bicara abstrak. Sedangkan syahwat baru akan nampak lebih dahsyat karena ia banyak “intervensi” dari luar; dorongan mata, dorongan anggota badan, keinginan, dan termasuk pihak luar yang bersifat godaan. Perbedaan lain yaitu syahwat lebih nyata (terlebih baik dan buruk) sehingga orang bisa menilai. Ketika berzina orang bisa menilai bahwa itu akibat syahwat yang tidak terkendali. Tetapi hati yang tahu hanya Allah dan diri kita. Ketika bersedekah maka yang tahu hanya dirinya dengan Allah, apakah sedekah tersebut ikhlas atau tidak. Allah swt berfirman: “Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.” (QS. Ali Imran: 119). Oleh krena itu yang perlu dikelola bukan hanya hati, tapi juga syahwat.
Mengelola Syahwat
Syahwat dan nafsu sebetulnya tidak jauh beda, bahkan cenderung lebih banyak sama. Hanya bedanya bila disebut syahwat konotasi orang lebih kepada seks. Sedangkan nafsu bisa juga kepada hal lain, nafsu makan, misalnya.
Saya ingin sedikit membedakan antara syahwat dan nafsu. Syahwat cenderung berada pada wilayah seks dan keinginan berdekatan, bersama, dan memiliki lawan penyaluran seks, secara resmi (menikah) ataupun tidak resmi (melacur). Sedangkan nafsu masuk pada dua wilayah. Dia bisa berada pada posisi maksiat, sehingga ada pendapat syahwat dan nafsu adalah sama. Dan posisi yang lain, nafsu berada pada kebaikan; nafsu makan, nafsu belajar, dan sebagainya. Oleh karena itu nafsu terbagi 3: (1). Nafsu Amarah yaitu cenderung kepada negatif. (2). Nafsu Lawamah, posisi pertengahan yaitu transisi menuju kepada nafsu yang paling bagus, yaitu nafsu muthma’inah. (3) Nafsu Muthma’inah, mengajak kebaikan.
Itulah diantaranya pesan Allah swt: ”Janganlah kamu mengikuti nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran.” (QS. An-Nisa:135)
Oleh karena itu sangat diperlukan manajemen syahwat, yang paling utama bagaimana kita mengelola syahwat, yang tadinya berkonotasi buruk menjadi sesuatu yang berharga dalam hidup, yaitu dengan cara :
Jadikan syahwat sebagai sarana yang mempunyai nilai ibadah
Syahwat yang tidak mempunyai nilai ibadah, jika kaitannya dengan seks, maka akan membawa kepada kebinasaan. Ada pertanyaan, apakah ada syahwat yang mempunyai nilai ibadah? Jawabnya tentu ada, yaitu berhubungan dengan istri.
Logikanya, jika ada keinginan untuk berpoligami, terutama karena kecantikan dan seks, sudahkah berpikir bahwa yang dimiliki wanita lain jugsama dimiliki istri kita. Coba perbaiki lebih dahulu ”kondisi” hubungan dengan istri. Lebih baik memperbaiki yang ada daripada memulai sesuatu yang baru. Kata seorang teman saya, kalau bisa ciptakan seperti kita berhubungan dengan wanita ”panggilan”. Walaupun menurut saya seorang istri tidak bisa disamakan dengan wanita panggilan. Tapi saya mengerti maksud dari ungkapannya itu, bahwa jika berhubungan dengan wanita lain, yang bukan istri sah, ada perasaan lebih ghirah. Sebab orang yang berbeda, suasana berbeda, dan ”cara” yang berbeda pula. Jika perlu begitulah dengan istri setiap ”pertemuan” harus mempunyai kesan yang selalu berbeda, sehingga timbul semangat yang berbeda.
Menjaga pandangan
Sebenarnya masalah menjaga pandangan telah jelas dinytakan dalam Al-Qur’an. Pria dan wanita diminta untuk menjag pandangannya. Sesuai dengan firman Allah dalam QS. An-Nur:31.
Menjaga pandangan bagian dari usaha mengelola syahwat. Karena sumber aktivitas, kedua dari hati yaitu mata. Dan mata mempunyai hak untuk tidak memandang maksiat, untuk tidur dan sebagainya. Jika haknya tidak terpenuhi termasuk orang yang zalim terhp mata. Termasuk masalah poligami, cenderung pada mulanya lebih banyak intervensi mata daripada intervensi hati. Dan pada selanjutnya memang hati lebih banyak mempertimbangkan antara ”ya” dan ”tidak”.
Jika bicara mata lebih bijak apabila kerjanya untuk meningkatkan tensi bersyukurnya kepada Allah. Sesuai firman Allah dalam QS. Al-A’raf: 179)
Memilih partner kerja dengan yang sejenis
Salah satu usaha memperkecil peluang kepada syahwat yang membawa kepada kemaksiatan, yaitu dengan tidak sering berpartner kepada lawan jenis. Jika itu harus terjadi karena 2 hal; memang harus bersamanya (mungkin karena profesinya) dan memang ia sudah merasa bisa mengatasi segala godaan. Hal ini bukan bermaksud memandang ”miring” lawab jenis kita, melainkan menyelamatkan diri dari syahwat yang membawa kepada maksiat, dan kita sadar masih sangat berat mengantisipasinya. Itu barangkali sebabnya, Rasulullah menyatakan, ”Seutama-utama jihad melawan hawa nafsu” (HR. Ibnu Najjar dari Abu Dzar, dalam kitab Jami’ush-Shaghir 1/49)
Menjaga Hati
Semua cermin perbuatan kembalinya kepada hati. Karena baik dan buruk perbuatan sumbernya adalah hati. Apabila hati terkontaminasi dengan dorongan syahwat (dalam pengertian yang buruk) maka yakinlah akan terjadi kemaksiatan.